Campaign Deep Dive

Campaign Profile Deep Dive

Skincare XYZ Launch

Performance Sentiment & Emotion Audience ROI Analysis Action Insight

Skincare XYZ Launch

Brand: Skincare XYZ | Industri: Skincare/Beauty

A. Executive Summary & Key Takeaways

Kampanye "Skincare XYZ Launch" (70% budget terpakai) sukses melebihi target di semua metrik utama: Avg. ER (5.1% vs 4.0%), Sentiment (91% Pos vs 90%), dan Relevance (92% vs 90%). ROI juga melampaui target (+120%).

Key Takeaways:

  • TikTok adalah Mesin ROI: TikTok memberikan 81% total engagement dengan CPE terendah (Rp 77), didorong oleh KOL Micro/Nano (Ratu Lubis, Eka Saputra) yang sangat efektif.
  • KOL Mega Mendorong Trust, Bukan ER: Dr. Elvine (Mega) memiliki ER terendah (2.1% TikTok, 1.2% IG) dan CPE tertinggi di IG (Rp 150), namun memberikan Relevance (95%) dan *trust* tertinggi.
  • Sentimen Negatif Terkontrol: Minoritas (9%) sentimen non-positif didominasi oleh "Curiosity" (harga, ketersediaan) dan "Anger" (harga, tidak cocok), bukan pada kualitas KOL atau brand.
  • Audiens Tepat Sasaran: Kampanye ini sangat sukses menjangkau Gen Z & Milenial Female yang merupakan *skincare enthusiast* dan *problem solver*.

B. Actionable Recommendations (Next Steps)

Performance Action

Insight: TikTok menghasilkan 81% engagement dengan CPE terendah (Rp 77), didorong oleh KOL Micro/Nano (Ratu Lubis, Eka Saputra) dengan ER >9.5%. KOL Mega (Dr. Elvine) memiliki ER rendah (<2.2%) meskipun jangkauannya tinggi.

Call to Action:

  • STOP: Jangan alokasikan sisa 30% budget untuk konten Instagram Dr. Elvine yang berbiaya tinggi dan ber-ER rendah.
  • START: Alihkan sisa budget untuk membuat 2-3 konten TikTok tambahan dengan Eka Saputra dan Ratu Lubis, dengan fokus pada format "Battle Serum" atau "Review Jujur" yang terbukti viral.
  • CONTINUE: Pertahankan Dr. Elvine hanya untuk 1x IG Live Q&A (memanfaatkan *trust*).

Sentiment & Emotion Action

Insight: Sentimen negatif (meskipun kecil) didorong oleh emosi "Anger" & "Contempt" terkait **harga** ("mahal", "overprice") dan "Sadness" karena **produk tidak cocok** ("breakout", "gak cocok"). Sentimen netral didorong oleh "Curiosity" (harga, keamanan, ketersediaan).

Call to Action:

  • START: Buat 1 konten "Value for Money" dengan Eka Saputra (Nano KOL) yang berfokus pada perbandingan harga per ml atau "dupe" produk mahal.
  • START: Gunakan Dr. Elvine (via IG Story) untuk membuat konten "FAQ Keamanan Produk" yang menjawab pertanyaan "aman untuk bumil?" & "cocok untuk kulit sensitif?".
  • CONTINUE: Amplifikasi komen positif (emosi "Happiness") dari konten Ratu Lubis untuk dijadikan testimoni di IG Ads.

Audience Action

Insight: Performa terbaik (ER 9.5%, Sentimen 97% Pos) datang dari segmen Gen Z Female (18-24) yang merupakan "Skincare Enthusiasts". Segmen Milenial Female (25-34) memiliki sentimen negatif terkuat terkait harga.

Call to Action:

  • START: Buat *lookalike audience* (LAL) di Meta Ads berdasarkan *engagers* konten Ratu Lubis & Eka Saputra untuk menargetkan lebih banyak Gen Z Female.
  • CONTINUE: Gunakan konten "Value for Money" (dari Eka) untuk di-boost ke segmen Milenial Female guna mengatasi keberatan harga.
  • STOP: Jangan buang budget untuk menargetkan audiens Pria; performa mereka sangat rendah di semua metrik.

ROI Action

Insight: ROI Engagement terbaik datang dari KOL Nano & Micro (CPE Rp 75 - Rp 88). ROI Kredibilitas/Trust tertinggi datang dari KOL Mega (Dr. Elvine, Relevance 95%). Kampanye ini sangat efisien (CPE Rp 95 vs. Industri Rp 250).

Call to Action:

  • START: Alokasikan 30% sisa budget (Rp 15 Jt) sebagai berikut: Rp 10 Jt untuk 2-3 konten TikTok (KOL Micro/Nano) + Rp 5 Jt untuk *boosting* konten TikTok berkinerja terbaik ke audiens LAL Gen Z Female.
  • CONTINUE: Gunakan data CPE rendah (Rp 95) sebagai *benchmark* untuk negosiasi *rate card* kampanye berikutnya.
  • EVALUATE: Hitung *Earned Media Value* (EMV) dari *share* konten viral Eka Saputra untuk menunjukkan nilai ROI tambahan kepada *brand*.